selalu belajar menjadi lebih bijaksana*
lagi dan lagi..

About Me

Sunday, March 16, 2014

Sekarang Aku Mengerti

Dear Luna,

Sekarang aku mengerti bahwa perubahan adalah hal biasa. Hal yang wajar terjadi pada siapapun. Seperti ketika dia yang dulu menyukai X tiba-tiba berubah menyukai Y.

Sekarang aku mengerti bahwa bahagia itu sederhana.
“Seseorang yang bahagia tidak selalu mendapatkan yang terindah dalam hidupnya, tapi ia selalu menganggap yang hadir dalam hidupnya adalah hal yang terindah. Jadi, bingkailah setiap peristiwa dalam hidup kita dengan bingkai kesyukuran, karena dengan bersyukur semua terasa semakin mudah dan indah.”  (sista-nya Intan Cute)

Sekarang aku mengerti bahwa impian adalah kekuatan. Kita hanya harus percaya pada impian kita, dengan begitu akan ada kekuatan untuk mewujudkannya.
Aku masih memiliki mimpi menjadi seorang penulis, masih sampai detik ini. Dan aku percaya, suatu saat nanti novelku akan terbit dan dibaca oleh banyak orang.

Aja aja Fighting !!!

Friday, October 4, 2013

DUA BULAN yang lalu*

Saat itu, aku sedang menyelesaikan laporan SBD-ku di tengah-tengah keramaian sekret aksos. Seseorang yang duduk di dekatku, bertanya sekedar basa-basi, "Anggie, bikin laporan apa?" tanya Bima.
"Laporan SBD," jawabku dengan singkat.
Percakapan selesai di situ. Aku kembali berkutat serius dengan laporanku.
"Anggie, ini label harganya berapa?" tanya Bima, yang ternyata sedang membongkar tempat pensil warna pink milikku.
"Kalo ga salah empar ribu, atau delapan ribu gitu, lupa anggie.." aku menjawab dengan memperhatikannya sekilas lalu kembali menulis laporan.
Tiba-tiba, aku seperti mendengar kalimat yang tak asing untukku, terbaca dengan lantang oleh suara 'monster Bima'.

"Dua bulan yang lalu, kamu bikin aku bahagia.." Bima membaca dengan lantang.

Sontak aku yang menyadari kalimat itu berteriak, "Aaaaaaaaa........ Bimaaaaaa...... Kenapa dibaca???" lalu aku mengambil labelku dari tangan Bima.
"Eh tunggu, atasnya belum dibaca," kata Bima.

Selanjutnya sekret aksos penuh dengan kalimat DUA BULAN YANG LALU yang digunakan Bima dalam setiap perkataannya.

!!! Karena udah terlanjur banyak yang tahu, jadi aku post aja di sini..

Dua bulan yang lalu, kamu bikin aku bahagia..
Hari ini, kamu bikin aku sedih.
Esok, apa yang akan kamu lakukan??
--- itulah lanjutan potongan dua bulan yang lalu..
Dua bulan yang lalu, tentu saja berbeda dengan hari ini..
Karena hari ini bukanlah dua bulan yang lalu.
Tapi, hari ini adalah akibat dari dua bulan yang lalu.
Hari ini adalah akibat dari sebuah kesalahpahaman antara aku dan dia.
Sampai hari ini, benang kusut yang menyisakan tanya itu belum terurai dengan jawabannya.
Tapi aku tidak akan menunggu.
Karena bagiku,
sekarang aku berpikir bahwa..
Dua bulan yang lalu adalah sebuah kesalahpahaman tanpa arti untuknya..
Jadi, aku hanya harus melupakan dua bulan yang lalu..
Namun tetap saja, aku harus berterima kasih untuk dua bulan yang lalu :)

Friday, June 21, 2013

Surat Untuk Calon Suamiku Kelak (Catatan seorang Akhwat)

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamu'alaikum Warahmatullohi Wabarakatuh...

Assalamu'alaikum kanda yang kuimpikan,

Bagaimana kabarmu hari ini?

Sudahkah kau basuh wajahmu dengan sucinya air wudhu, yang membuat wajah bersahajamu diliputi cahaya?

Sudahkah malam tadi kau habiskan sepertiganya dengan bermunajat kepada-Nya?

Sudahkah kau bulatkan azzammu untuk istiqomah melangkah di jalan-Nya?

Kanda...

Tegakkan bahumu, sempurnakan semangatmu, penuhi dadamu dengan nama-Nya, jemputlah rizqimu dengan sungguh-sungguh.

Aku mengantarmu dengan selempang doa yang tersampir di bahu angin.

Semoga hari ini Allah melimpahkan keberkahan di setiap tarikan nafasmu.

Penuhi pundi-pundi amalmu dengan kebaikan, jangan sisakan sedikitpun waktumu dalam kesia-siaan.

Malam nanti, aku kembali menunggumu dalam hening doa-doaku.

Sandarkan hatimu pada-Nya,agar Ia memberimu kekuatan.

Semoga esok hari, kau tak lagi ragu untuk segera menjemputku, menemani hari-harimu.

Siapapun engkau, di manapun berada, semoga Allah menjagamu, hingga tiba waktunya perjuangan panjangmu tak lagi sendiri.

Maka, kukuhkanlah kembali semangatmu.

Semoga esok hari, kau tak lagi ragu untuk hadir menjemputku.

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,

agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,

agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,

janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,

jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Wednesday, February 29, 2012

Sudahkah kita menjadi akhwat sejati wahai ukhti?

Akhwat sejati...
Bukanlah dilihat dari kulitnya yang halus tetapi dari kasih sayangnya yang tulus pada orang di sekitarnya.

Akhwat sejati...
Bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di mana pun tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah.

Akhwat sejati...
Bukanlah dilihat dari ketenangannya tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.

Akhwat sejati...
Bukanlah dilihat dari tubuhnya yang indah tetapi dari hati yang ada di balik itu.

Akhwat sejati...
Bukanlah dilihat dari banyaknya ikhwan yang memuja tetapi dari komitmennya terhadap ikhwan yang dicintainya.

Akhwat sejati...
Bukanlah dilihat dari jumlah persoalan hidup yang dibebankan tetapi dari tabahnya dia menjalani liku-liku kehidupan.

Akhwat sejati...
Bukanlah dilihat dari merdu suaranya membaca Al-qur'an tetapi dari konsistensinya dia menjalankan apa yang dia baca.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun, tetapi dilihat dari kedewasaannya dalam bersikap.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari retorikanya ketika aksi, teteapi dilihat dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari banyaknya ia berorganisasi, tetapi sebesar apa tanggungjawabnya dalam menjalankan amanah.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari kehadirannya dalam syuro', tetapi dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari suatu permasalahan.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari tasnya yang selalu membawa Al-qur'an, tetapi dilihat dari hafalan dan pemahamannya akan kandungan Al-qur'an tersebut.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari aktivitasnya yang seabrek, tetapi bagaimana ia mampu mengoptimalisasi waktu dengan baik.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari IP nya yang cumlaude, tetapi bagaimana ia mengajarkan ilmunya pada umat.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari tundukan matanya ketika interaksi, tetapi bagaimana ia mampu membentengi hati.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari partisipasinya dalam menjalankan kegiatan, tetapi dilihat dari keikhlasannya dalam bekerja.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari sholatnya yang lama, tetapi dilihat dari kedekatannya pada Robb di luar aktivitas sholatnya.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari kasih sayangnya pada orang tua dan teman-teman, tetapi juga dilihat dari besarnya kekuatan cinta pada Ar-Rahim Ar-rahman.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari rutinitas dhuha dan tahajjudnya, tetapi sebanyak apa tetesan airmata penyesalan yang jatuh ketika sujud dan mengenang dosa-dosa.

Akhwat sejati...
Bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.

Akhwat sejati...
Bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang memesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Akhwat sejati...
Bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari keikhlasannya memberikan kebaikan.

Akhwat sejati...
Bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatan.

Akhwat sejati...
Bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.

Akhwat sejati...
Bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

Akhwat sejati...
Bukan hanya dilihat dari besarnya jilbab yang ia kenakan, tetapi juga dari besarnya semangat jihad dalam dirinya.

Akhwat sejati...
Bukan hanya dilihat dari tertutup rapat tubuhnya tetapi juga dari ketulusan menutupi aib saudaranya.

Akhwat sejati...
Bukan hanya dilihat dari lembut suaranya tetapi dari kelembutan hatinya yang mudah menangis melihat kedzoliman.

Akhwat sejati...
Bukan hanya dilihat dari manis senyumnya tetapi juga dari manisnya hati yang peduli pada mereka yang membutuhkan.

Akhwat sejati...
Bukan hanya dilihat dari tunduk pandangnya tetapi juga semangatnya menundukkan musuh-musuh Allah.

Semoga hari ini dan seterusnya kita bisa menjadi akhwat sejati, aamiin...

Note ini ana buat sebagai tanda cinta ana kepada antuna semua dalam rangka mempererat ukhuwah dan saling memotivasi untuk tetap istiqomah di jalan dakwah, ana uhibbuki fillah

^^ Sebelum Engkau Halal Bagiku ^^

Duhai calon pemilik tulang rusukku, aku akan segera hadir dalam dinginnya malam dengan hangatnya jiwa. Ku tunggu hingga Ijab Kabul terucap dari lisanmu. Aku akan menjaga dalam harumnya semerbak dalam jiwaku, menunggu hingga engkau menahkodai bahtera kita. Ku kan berhijab dengan sempurna dengan tak selalu mengikuti arah arus angin yang berhembus.

Duhai calon imam dalam sholatku, aku akan selalu hadir dalam cintamu kepada Allah, dengan sigap aku akan menghamparkan sajadah sebagai makmum InsyaAllah akan menyempurnakan sholat kita. Deru do'amu teriring "aamiin" dari lisanku.

Dalam hening malam bulir air mata tak henti ku teteskan bercahayakan munajat doa.

Duhai calon pemilik tangan gagah yang menolongku ketika aku terpuruk dan jatuh,, lindungi aku dalam perjalanan hidup kita,, ketika engkau terluka kau kubalut dengan cinta jiwa yang merona, menyembuhkan segala perih dalam jiwamu.

Duhai calon pengusap air mataku, sungguh engkau takkan rela calon bidadarimu ini menangis, dan kan kuhaluskan telapak kakimu dengan mencucikannya ketika engkau pulang dari berjihad.

Duhai calon ayah dari para mujahid-mujahidahk kita, aku sebagai madrasah pertama sebagai sumber ilmu dari anak-anak kita, kan kutanamkan ilmu agama agar mujjahidah kita takut akan Robbnya, santun pada kedua orang tuannya, menghormati orang-orang yang lebih tua. Akhlakul karimah yang baik dan kusisipkan dalam prilakunya semenjak kecil.

Duhai calon nahkoda yang akan membawa kelluargaku ke surga...
Mari kita hiasi rumah kita dengan cahaya-cahaya iman...

Aku dalam diam sengaja tak menampakkan diri, agar engkau benar-benar menemukanku dalam cahaya sujudmu
Aku tak banyak bicara karena aku takut ketika aku menyapa engkau terpesona pada apa yang kuucap
Aku menunduk malu, tak berani menatap mata binar yang engkau miliki, karena aku takut dapat memudarkan imanku.

Temukan aku wahai calon imam dalam sujudku...

Aku menunggu lisan ijab darimu...