selalu belajar menjadi lebih bijaksana*
lagi dan lagi..

About Me

Wednesday, February 29, 2012

Sudahkah kita menjadi akhwat sejati wahai ukhti?

Akhwat sejati...
Bukanlah dilihat dari kulitnya yang halus tetapi dari kasih sayangnya yang tulus pada orang di sekitarnya.

Akhwat sejati...
Bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di mana pun tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah.

Akhwat sejati...
Bukanlah dilihat dari ketenangannya tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.

Akhwat sejati...
Bukanlah dilihat dari tubuhnya yang indah tetapi dari hati yang ada di balik itu.

Akhwat sejati...
Bukanlah dilihat dari banyaknya ikhwan yang memuja tetapi dari komitmennya terhadap ikhwan yang dicintainya.

Akhwat sejati...
Bukanlah dilihat dari jumlah persoalan hidup yang dibebankan tetapi dari tabahnya dia menjalani liku-liku kehidupan.

Akhwat sejati...
Bukanlah dilihat dari merdu suaranya membaca Al-qur'an tetapi dari konsistensinya dia menjalankan apa yang dia baca.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun, tetapi dilihat dari kedewasaannya dalam bersikap.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari retorikanya ketika aksi, teteapi dilihat dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari banyaknya ia berorganisasi, tetapi sebesar apa tanggungjawabnya dalam menjalankan amanah.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari kehadirannya dalam syuro', tetapi dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari suatu permasalahan.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari tasnya yang selalu membawa Al-qur'an, tetapi dilihat dari hafalan dan pemahamannya akan kandungan Al-qur'an tersebut.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari aktivitasnya yang seabrek, tetapi bagaimana ia mampu mengoptimalisasi waktu dengan baik.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari IP nya yang cumlaude, tetapi bagaimana ia mengajarkan ilmunya pada umat.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari tundukan matanya ketika interaksi, tetapi bagaimana ia mampu membentengi hati.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari partisipasinya dalam menjalankan kegiatan, tetapi dilihat dari keikhlasannya dalam bekerja.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari sholatnya yang lama, tetapi dilihat dari kedekatannya pada Robb di luar aktivitas sholatnya.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari kasih sayangnya pada orang tua dan teman-teman, tetapi juga dilihat dari besarnya kekuatan cinta pada Ar-Rahim Ar-rahman.

Akhwat sejati...
Tidak dilihat dari rutinitas dhuha dan tahajjudnya, tetapi sebanyak apa tetesan airmata penyesalan yang jatuh ketika sujud dan mengenang dosa-dosa.

Akhwat sejati...
Bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.

Akhwat sejati...
Bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang memesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Akhwat sejati...
Bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari keikhlasannya memberikan kebaikan.

Akhwat sejati...
Bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatan.

Akhwat sejati...
Bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.

Akhwat sejati...
Bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

Akhwat sejati...
Bukan hanya dilihat dari besarnya jilbab yang ia kenakan, tetapi juga dari besarnya semangat jihad dalam dirinya.

Akhwat sejati...
Bukan hanya dilihat dari tertutup rapat tubuhnya tetapi juga dari ketulusan menutupi aib saudaranya.

Akhwat sejati...
Bukan hanya dilihat dari lembut suaranya tetapi dari kelembutan hatinya yang mudah menangis melihat kedzoliman.

Akhwat sejati...
Bukan hanya dilihat dari manis senyumnya tetapi juga dari manisnya hati yang peduli pada mereka yang membutuhkan.

Akhwat sejati...
Bukan hanya dilihat dari tunduk pandangnya tetapi juga semangatnya menundukkan musuh-musuh Allah.

Semoga hari ini dan seterusnya kita bisa menjadi akhwat sejati, aamiin...

Note ini ana buat sebagai tanda cinta ana kepada antuna semua dalam rangka mempererat ukhuwah dan saling memotivasi untuk tetap istiqomah di jalan dakwah, ana uhibbuki fillah

^^ Sebelum Engkau Halal Bagiku ^^

Duhai calon pemilik tulang rusukku, aku akan segera hadir dalam dinginnya malam dengan hangatnya jiwa. Ku tunggu hingga Ijab Kabul terucap dari lisanmu. Aku akan menjaga dalam harumnya semerbak dalam jiwaku, menunggu hingga engkau menahkodai bahtera kita. Ku kan berhijab dengan sempurna dengan tak selalu mengikuti arah arus angin yang berhembus.

Duhai calon imam dalam sholatku, aku akan selalu hadir dalam cintamu kepada Allah, dengan sigap aku akan menghamparkan sajadah sebagai makmum InsyaAllah akan menyempurnakan sholat kita. Deru do'amu teriring "aamiin" dari lisanku.

Dalam hening malam bulir air mata tak henti ku teteskan bercahayakan munajat doa.

Duhai calon pemilik tangan gagah yang menolongku ketika aku terpuruk dan jatuh,, lindungi aku dalam perjalanan hidup kita,, ketika engkau terluka kau kubalut dengan cinta jiwa yang merona, menyembuhkan segala perih dalam jiwamu.

Duhai calon pengusap air mataku, sungguh engkau takkan rela calon bidadarimu ini menangis, dan kan kuhaluskan telapak kakimu dengan mencucikannya ketika engkau pulang dari berjihad.

Duhai calon ayah dari para mujahid-mujahidahk kita, aku sebagai madrasah pertama sebagai sumber ilmu dari anak-anak kita, kan kutanamkan ilmu agama agar mujjahidah kita takut akan Robbnya, santun pada kedua orang tuannya, menghormati orang-orang yang lebih tua. Akhlakul karimah yang baik dan kusisipkan dalam prilakunya semenjak kecil.

Duhai calon nahkoda yang akan membawa kelluargaku ke surga...
Mari kita hiasi rumah kita dengan cahaya-cahaya iman...

Aku dalam diam sengaja tak menampakkan diri, agar engkau benar-benar menemukanku dalam cahaya sujudmu
Aku tak banyak bicara karena aku takut ketika aku menyapa engkau terpesona pada apa yang kuucap
Aku menunduk malu, tak berani menatap mata binar yang engkau miliki, karena aku takut dapat memudarkan imanku.

Temukan aku wahai calon imam dalam sujudku...

Aku menunggu lisan ijab darimu...