selalu belajar menjadi lebih bijaksana*
lagi dan lagi..

About Me

Friday, October 4, 2013

DUA BULAN yang lalu*

Saat itu, aku sedang menyelesaikan laporan SBD-ku di tengah-tengah keramaian sekret aksos. Seseorang yang duduk di dekatku, bertanya sekedar basa-basi, "Anggie, bikin laporan apa?" tanya Bima.
"Laporan SBD," jawabku dengan singkat.
Percakapan selesai di situ. Aku kembali berkutat serius dengan laporanku.
"Anggie, ini label harganya berapa?" tanya Bima, yang ternyata sedang membongkar tempat pensil warna pink milikku.
"Kalo ga salah empar ribu, atau delapan ribu gitu, lupa anggie.." aku menjawab dengan memperhatikannya sekilas lalu kembali menulis laporan.
Tiba-tiba, aku seperti mendengar kalimat yang tak asing untukku, terbaca dengan lantang oleh suara 'monster Bima'.

"Dua bulan yang lalu, kamu bikin aku bahagia.." Bima membaca dengan lantang.

Sontak aku yang menyadari kalimat itu berteriak, "Aaaaaaaaa........ Bimaaaaaa...... Kenapa dibaca???" lalu aku mengambil labelku dari tangan Bima.
"Eh tunggu, atasnya belum dibaca," kata Bima.

Selanjutnya sekret aksos penuh dengan kalimat DUA BULAN YANG LALU yang digunakan Bima dalam setiap perkataannya.

!!! Karena udah terlanjur banyak yang tahu, jadi aku post aja di sini..

Dua bulan yang lalu, kamu bikin aku bahagia..
Hari ini, kamu bikin aku sedih.
Esok, apa yang akan kamu lakukan??
--- itulah lanjutan potongan dua bulan yang lalu..
Dua bulan yang lalu, tentu saja berbeda dengan hari ini..
Karena hari ini bukanlah dua bulan yang lalu.
Tapi, hari ini adalah akibat dari dua bulan yang lalu.
Hari ini adalah akibat dari sebuah kesalahpahaman antara aku dan dia.
Sampai hari ini, benang kusut yang menyisakan tanya itu belum terurai dengan jawabannya.
Tapi aku tidak akan menunggu.
Karena bagiku,
sekarang aku berpikir bahwa..
Dua bulan yang lalu adalah sebuah kesalahpahaman tanpa arti untuknya..
Jadi, aku hanya harus melupakan dua bulan yang lalu..
Namun tetap saja, aku harus berterima kasih untuk dua bulan yang lalu :)

Friday, June 21, 2013

Surat Untuk Calon Suamiku Kelak (Catatan seorang Akhwat)

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamu'alaikum Warahmatullohi Wabarakatuh...

Assalamu'alaikum kanda yang kuimpikan,

Bagaimana kabarmu hari ini?

Sudahkah kau basuh wajahmu dengan sucinya air wudhu, yang membuat wajah bersahajamu diliputi cahaya?

Sudahkah malam tadi kau habiskan sepertiganya dengan bermunajat kepada-Nya?

Sudahkah kau bulatkan azzammu untuk istiqomah melangkah di jalan-Nya?

Kanda...

Tegakkan bahumu, sempurnakan semangatmu, penuhi dadamu dengan nama-Nya, jemputlah rizqimu dengan sungguh-sungguh.

Aku mengantarmu dengan selempang doa yang tersampir di bahu angin.

Semoga hari ini Allah melimpahkan keberkahan di setiap tarikan nafasmu.

Penuhi pundi-pundi amalmu dengan kebaikan, jangan sisakan sedikitpun waktumu dalam kesia-siaan.

Malam nanti, aku kembali menunggumu dalam hening doa-doaku.

Sandarkan hatimu pada-Nya,agar Ia memberimu kekuatan.

Semoga esok hari, kau tak lagi ragu untuk segera menjemputku, menemani hari-harimu.

Siapapun engkau, di manapun berada, semoga Allah menjagamu, hingga tiba waktunya perjuangan panjangmu tak lagi sendiri.

Maka, kukuhkanlah kembali semangatmu.

Semoga esok hari, kau tak lagi ragu untuk hadir menjemputku.

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,

agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,

agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,

janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,

jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.